Donor Organ dan Aturan Hukumnya

Mendengar istilah donor organ, akan mengingatkan kita pada berbagai hal yang berhubungan dengan dunia medis. Apakah itu transplantasi ginjal, kornea, liver, bahkan jantung. Namun pada tulisan ini saya tidak akan membahasnya dari sudut pandang ilmu kedokteran. Saya ingin sedikit berbagi informasi tentang Donor Organ atau Organ Transplant dan bagaimana hukum positif di Indonesia mengaturnya.

Mengapa? Karena belakangan ini saya melihat di beberapa situs iklan, di media maya bahkan di blog saya sendiri, ada pendonor yang siap menyumbangkan organnya bagi siapapun yang membutuhkan. Sungguh mulia sekali niat baik tersebut dan suatu keberanian yang tidak ternilai bagi pendonor yang rela menghadapi ruang operasi, pisau bedah, kehilangan salah satu organ, hingga dampaknya setelah seseorang menyumbangkan organ penting dalam tubuhnya. Jangan sampai niat baik tersebut, malah menjadi masalah dikemudian hari karena terjerat aturan hukum yang berlaku di Indonesia khususnya. Tidak ada alasan pemaaf yang dapat melepaskan seseorang dari aturan hukum karena dia tidak mengetahui ada hukum yang mengaturnya, atau disebut juga dengan “fiksi hukum” bahwa setiap orang dianggap mengetahui semua aturan hukum.

Kadangkala orang sudah sangat putus asa, bahkan rela melakukan apapun termasuk memberi imbalan agar ada orang yang mau menyumbangkan organnya. Di sisi lain, ada juga orang yang sehat yang bersedia mendonorkan organnya “dengan imbalan”. Di salah satu forum seorang dokter bercerita, rumah sakit tempatnya bekerja pernah kedatangan orang yang mengatakan siap menyumbangkan ginjalnya asalkan mendapat imbalan karena butuh biaya untuk anaknya sekolah, kesulitan ekonomi, dll, tentu saja calon pendonor seperti ini langsung ditolaknya. Menurutnya donor yang dia lakukan haruslah atas dasar kemanusiaan dan demi kesembuhan orang lain, bukan atas dasar imbalan, karena itu sama saja dengan jual-beli organ.

Dalam aturan hukum yang berlaku di Indonesia, mengenai transplantasi dan donor organ ini telah mendapat pengaturannya melalui UU Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, serta PP Nomor 18 Tahun 1981 Tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia.

AIM Hospital

Picture from : AIM Hospital

Pasal 1 ayat 5 UU Kesehatan memberikan pengertian “Transplantasi” adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk menggantikan organ dan atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik. Pasal 1 huruf f PP Nomor 18 Tahun 1981 menjelaskan “Donor” adalah orang yang menyumbangkan alat dan atau jaringan tubuhnya kepada orang lain untuk keperluan kesehatan .

Lebih lanjut mengenai transplantasi dijelaskan dalam Pasal 33 – 34 UU ini. Pasal 33 ayat (1) menyebutkan bahwa dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan transplantasi organ dan atau jaringan tubuh, transfusi darah, implan obat dan atau alat kesehatan, serta bedah plastik dan rekonstruksi. Larangan transplantasi untuk tujuan komersial dijelaskan dalam Pasal 33 ayat (2) yang menyebutkan bahwa Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh serta transfusi darah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk tujuan komersial.

Tenaga medis atau dokter yang akan melakukan transplantasi dari tubuh donor ke penerima pun haruslah dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan hal itu dan dilakukan di sarana kesehatan tertentu. Selain itu juga harus memperhatikan kesehatan dari pendonor, serta mendapat persetujuan dari ahli waris ataupun keluarganya. Ketentuan tersebut ditegaskan dalam Pasal 34 ayat 1 dan 2 undang – undang ini.

Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 33 ayat (2) ini yaitu bagi siapa pun yang melakukan perbuatan dengan tujuan komersial dalam transplantasi organ tubuh atau jaringan tubuh dan atau transfusi darah yang dimaksud dalam pasal ini, ditegaskan dalam Pasal 80 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

Sedangkan bagi siapa pun yang tanpa keahlian dan kewenangan baik itu tenaga medis dan atau dokter, yang dengan sengaja melakukan transplantasi organ atau jaringan tubuh seperti yang dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1), menurut ketentuan dalam Pasal 81 (1)a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 140.000.000 (seratus empat puluh juta rupiah). Pada Pasal 81 ayat (2)a menyebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja mengambil organ dari seorang donor tanpa memperhatikan kesehatan donor dan atau tanpa persetujuan donor dan ahli waris atau keluarganya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 140.000.000,00 (seratus empat puluh juta rupiah).

Sejak tahun 1981 telah ada peraturan yang mengatur tentang transplantasi ini, yaitu melalui PP Nomor 18 Tahun 1981, Bab V mengatur tentang Transplantasi Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia, Bab VI tentang Pengambilan Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia Korban Kecelakaan, Bab VII tentang Donor, serta Bab VIII tentang Perbuatan yang Dilarang. Sesuai dengan Pasal 17 PP ini menegaskan salah satu perbuatan yang dilarang adalah memperjual-belikan alat dan atau jaringan tubuh manusia.

UU Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan dapat dilihat disini. PP Nomor 18 Tahun 1981 Tentang Tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia, dapat dilihat disini.

Oleh karena itu, hukum di Indonesia sudah memberikan aturan hukumnya untuk tindakan transplantasi organ ini. Janganlah mengambil jalan pintas untuk mengatasi masalah ekonomi dengan mendonorkan organ penting dalam tubuhnya, hanya untuk mendapat imbalan dari keluarga penderita. Coba pikirkan lagi bagaimana dampak yang akan muncul dikemudian hari bagi dirinya.

“Mendonorkan organ tubuh kita demi kesembuhan orang lain adalah perbuatan mulia, akan lebih mulia lagi jika hal itu dilakukan atas dasar kerelaan dan kemanusiaan”

Salam,  (^___*)


About these ads

62 Tanggapan

  1. Kudu disosialisasikan ini… fenting difahami ama masyarakat kita. Biar kagak ada lagi orang pasang iklan nawarin anggota tubuhnya, dengan imbalan sejumlah uang dengan alasan ekonomi… :evil:

  2. @ Cabe Rawit : Setuju.. memang harus disosialisasikan.. makanya saya coba bikin tulisan tentang ini, walaupun pengetahuan hukum saya masih minim. bantu sebarkan donk..okay :roll:

  3. great great info!!!

    BRAVO..

  4. donor yang paling baik memang adalah sebaiknya dari pihak keluarga sendiri. karena penting juga untuk mengetahui riwayat kesehatan donor.
    juga penting untuk diperiksa apakah ada penyakit menular, yang mungkin terbawa dalam organ tersebut ke tubuh recipient.

    informasi yang sangat bagus Mba Aprilia. kami para dokter pun harus sadar dengan hukum.
    kalau saya punya pertanyaan seputar bidang hukum yang menyangkut kedokteran, boleh saya email mbak?

  5. ada yang mau jual organ kepada saya?
    terima merek apapun Roland, Yamaha, Casio,
    clavinova juga boleh… 5 oktaf atau 7 oktaf
    he3x maaf nih yang punya blog… saya out of topic
    kalau organ yang saya maksud tu boleh dong diperjual belikan

  6. Mendonorkan bagian tubuh memang perbuatan mulia.. dan ternyata, dari teknologi ini, terkuak satu lagi keajaiban kecil dari Allah kpd manusia… “Cellular Memory” .. mo tau ?silahkan ke blog kami… (jd numpang promosi jg nih hehe..)

  7. @ Yessymuchtar : thankU 8)

    @ Reza Aryadi, dr : benar dok.. saya juga pernah baca di kompas, kalau di Chicago ada 4 orang pasien transplantasi yang tertular HIV. Sungguh malang, bukannya sembuh tapi malah mendapat penyakit baru.
    Silahkan dok, kalau ada pertanyaan, semoga bisa saya jawab

    @ Valia : Saya mau donk..kalau ada yang jual keyboard Yamaha yang 7 oktaf yaa biar seperti piano.. he he he..
    *sama-sama OOT*

    @ Halaqohdakwah : artikel yang sangat menarik mas.. saya juga pernah beberapa kali membaca artikel tentang perubahan sifat recipient setelah menerima donor, yang kurang lebih sifatnya mirip dengan pendonor. that’s small miracles..i guest..

  8. Artikel yang bagus dan menarik, sehingga tentang donor tidak melulu dipandang dari sisi medis
    Lagipula apa kita tega melihat orang yang sudah sakit dan telah mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatannya, masih harus dibebani dengan urusan memberi imbalan yang “sangat pantas” kepada donor.

  9. o0o0 gitu ya.. wah info bagus nih.. saya baru tau malah tentang ini ya.. hehehe
    lam kenal ya buat admin.. ^^

  10. @ Sarah : karena saya tidak mendalami bidang medis, jadi hanya bisa memberi pandangan dari sisi hukumnya mba.. ;) sepengetahuan saya, memberi imbalan dalam bentuk apapun itu tidak boleh dan sudah jelas ada aturannya dalam UU.

    @ Andri : yup.. salam kenal juga..thanks sudah mampir, n semoga infonya bermanfaat

  11. Kebutuhan terkadang dapat mengalahkan urusan mulia tidak mulia. Bagaimana kalo ada yang sangat membutuhkan sekali, kemudian ada pendonor yang sudah match dari sisi klinis ingin diimbalkan organnya…..?

  12. kalau berbicara menurut UU, memberikan imbalan atas donor organ itu adalah tindakan yang dilarang, termasuk juga pada transfusi darah. kategori imbalan yang dimaksud termasuk juga ucapan terima kasih. Menurut seorang profesor di kampus saya, jual beli organ itu termasuk tindakan pidana murni dan bukan delik aduan. Maka pelaku atau siapapun yang terlibat dapat dikenakan hukuman (atau dapat di proses secara hukum) tanpa perlu adanya laporan telah terjadi tindak pidana. ;)

  13. wew… untung cara ini gak terlalu populer. Ntar lama-lama pengemis dan gelandangan bakal ngantre buat nyumbangin organnya demi uang :|

  14. Aprillia Gayatri,
    Oyach , kunjungan saya kali ini juga mau enginfokan kalau blognya dapat Award dari saya. Jadi segera berkunjung ke blog saya untuk menerima appresiasi tsb yach , ditunggu :)
    Salam,
    Listiana Advokat

  15. Great post…
    Ada latar belakang dokter atau hukum ya, mbak.. Detail banget tulisannya
    Tapi bagus banget ni :-)

  16. wah info yang oke punya nih mba
    tapi pernah tuh belum lama ini ada sinetron yg ceritanya donor ginjal & dapet duit dari keluarga pasien. huh dasar sinetron, pembodohan publik!!

  17. @ Otakiphan : waah bener tuh bahaya, nanti bisa seperti kasus-kasus di India.

    @ Listiana Lestari : Terima kasih ibu Listiana.. senangnya ada yang fav sama blog ku.. sering2 mampir ya bu

    @ Oming : he he.. saya hukum mba..tapi tertarik dengan bidang kedokteran juga..coz dari dulu suka ER the series.. :mrgreen:

    @ Donadoni : oh ya? itulah kenapa saya malas nonton sinetron, suka gak masuk akal aja ceritanya.

  18. ooh jadi sudah ada ya pengaturannya di UU kesehatan?

    mba aprilia, belum bikin tulisan baru lagi ya? lagi sibuk?
    ayo dong, ditunggu ya

  19. Undangan untuk rekan2 blogger. KalSel punya event besar ARUH BLOGGER 2009 akses di (http://aruhblogger.com). sampaikan kepada rekan2 blogger lainnya

    thanks

    chandra
    CP : 05117718393, 05119044028, 085251534313, 081952954056

  20. ehem,,
    q bole ngutip dikit gag??
    lagi nyari info tntg hkum donor organ niy…

    thx b4

  21. @ Myrna : yup.. UU sudah mengatur tentang donor organ ini mba Myrna
    he he he iya mba.. saya lagi sibuk2nya niy dikampus.. jadi tak sempat posting apapun :twisted:

    @ Soulharmony : huuuff salah tempat niy.. kalau mau promosi..bisa di page Contact Me atau Who-am-i? tapi gpp lah.. ok nanti saya berkunjung ke site nya

    @ Dorgan09 : boleh2.. silahkan saja.. sebutkan sumber ya.. hiyaayyy :mrgreen:

  22. iyah,,, so psati q sebutin…

    q ma temen- temen lg ad tgs kampanye donor organ niy,,

    tenkyu bgt mba ^,^

  23. Info2nya tokcer nih…..
    Salam kenal ya…..

  24. @ Dorgan09 : kampanye bagus tuh.. di luar negeri sudah banyak orang yang bersedia jadi pendonor. sayang disini belum :roll:

    @ Zhang : makasih ya.. silahkan datang kembali,, :mrgreen:

  25. OOT …
    Sepertinya saya pernah kesini …
    Ini yang pemain piano itu kan ?

    Salam saya
    (ndak nyambung ya komennya)

  26. iyah mbak……… sekarang yang musim malah orang kalo dah kepepet harus bayar utang padahal gak punya penghasilan, mereka jalan pintas dengan jual ginjal ato hati……… malah terang-terangan diiklanin di koran beserta harganya…… duuuu sedih yahh……..

  27. @ nh18 : he he nggak apa2 kok OOT gak dilarang :mrgreen: iya bener,,, kemarin saya lagi blogwalking jadi mampir sana sini deh

    @ Tukangrumpi : oh ya sudah sampai mengiklankan di koran?? wah kalau itu saya belum pernah lihat… gawat juga tuh bisa seperti di India. Tapi memang untuk bisa sembuh seseorang berani bayar mahal dan sayangnya lagi ada orang yang bersedia dibayar :roll:

  28. saya juga berniat nyumbangin semua organ saya,termasuk tubuh saya untuk praktik kedokteran, dari pada dikubur sia- sia silahkan dipakai aja. Saya seorang gelandanagan tapi tidak gaptek. Klo bisa calon dokternya atau yangb bedah perempuan.

  29. wah..bagus nih topiknya…kalau bisa mbahas tentang aturan pengobatan WNI di Luar Negeri, FYI, “..Dari data 2004,diperkirakan 16jt WNI punya kemampuan daya beli kesehatan sama dgn papan atas penduduk singapura..menurut WORLD BANK 99-2000,biaya belanja kesehatan orang indonesia di singapura S$195,8Jt(Rp.998M) dan untk belanja S$86,8Jt(Rp442,6M)..”(dikutip dari buku DOCTORS,MARKET YOURSELF!,2006 -Tiga Serangkai-)..bayangkan devisa kita yang di’rampok’ secara legal.

  30. Salam kenal, Aprilia, makasih sudah main ke blog saya… wah, artikel yang bagus, penting, nih… makasih, ya, kapan2 boleh, ya, tanya2 ttg referensi hukum terutama yang berkaitan dgn kedokteran… :) nice to know you. ;)

  31. @ dodik : hubungi saja rumah sakit terdekat… saya gk punya akses kesana ;)

    @ Sibermedik : thanks galih… okey nanti kalau sempat nulis tentang itu, tapi sejauh ini rasanya belum ada yg mengatur tentang wni yg berobat keluar negeri. dicari2 dl y artikelnya.. :mrgreen:

    @ Viranda : salam kenal juga vika… makasih y udah kunjung balik.. boleh2 kalau ada yg bisa aku bantu.. walaupun sebenarnya bidang kekhususan ku hukum bisnis/ekonomi, tapi gk tahu kenapa tertarik sama hukum kesehatan.. mungkin gara2 suka nonton medical drama kali yaa.. hehehe :lol:

  32. good comment….
    salam rindu wat nining

  33. infonya mantab.

  34. [...] “AMCO vs Republik Indonesia” (Studi Kasus ICSID) Donor Organ dan Aturan Hukumnya [...]

  35. Sedikit tulisan lagi masih bekaitan dengan “Donor Organ”, namun kali ini dipandang dari sudut pandang Hukum Pidana.
    Silahkan mampir ke link ini:

    http://binchoutan.wordpress.com/2009/10/22/sekilas-tentang-donor-organ-dari-sudut-pandang-hukum-pidana/

    Selamat membaca :-)

  36. saya mau banget jadi donor organ..bhkan klo sy meninggal msh muda smwa organ yg bs d donorkan,sy kasih deh dgn ctatan penerima donor’y hruslh seorang muslim..itu z..

  37. ada lembaga yang mengurusi donor organ ga, dari depkes?
    aku mau donor kalo ada lembaga yang jelas. biar ga salah sasaran ntar?

  38. saya yakin suatu saat dimasa depan teknologi semakin maju, akan ada penemuan baru didalam dunia medis, pembuatan jantung imitasi yg lebih mendekati aslinya serta bahkan mungkin dibuat lebih kuat dan elastis dari pada aslinya serta dibenamkan teknologi nanochip utk mengatasi kegagalan kerja jantung.

  39. bukan tidak mungkin segala sesuatu dimasa depan pasti dilegalkan transaksi jual beli organ imitasi dgn pihak rumahsakit atau bidang farmasi/produk kesehatan. kalau gak ada pendonor jantung maka kita bisa beli dgn pihak rumah sakit yg jual jantung imitasi .anda pilih yg mana ? berharap orang donorkan mungkin udah keburu dijemput ajal.

  40. dosa atau tidak dalam jual beli organ,yg penting selamatkan nyawa orang dulu,hanya karena masalah hukum nyawa manusia dibiarkan melayang sia-sia…..maka bukankah itu lebih berdosa !!!!!! yg penting sama sama untung…..bagi yg gak senang dgn posting ini lewat aja…..

  41. bagaimana cara mendonorkan organ tubuh???

  42. ada yang butuh donor mata?
    gw mu mendonor mata gw secara cuma2…ga perlu imbalan apa”…Serius!
    kontak aja ke

    adrien_weasley@yahoo.com

  43. Mmm… betul memang memerlukan keberanian dan ketulusan luar biasa untuk menjadi pendonor organ tubuh, terutama kesiapan keluarga. Saya sehat jasmani rohani sudah berusia 40tahun, setelah meninggal nanti ingin saya mendonorkan organ tubuh mana saja jika memang bisa bermanfaat bagi orang lain, hanya masih saja belum siap mendiskusikan dengan keluarga.

    mgkn bisa berbagi informasi, kemana saya bisa konsultasi mengenai maksud tersebut?

    trm ksh

  44. terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat

  45. se7 bangets mbak

  46. Sebelumnya, terimakasih atas perhatian ny untuk membaca comment saya. Disini saya ada bbrp pertanyaan. Organ apa saja yg dapat disumbangkan? Dan bagaimana cara menyumbangkannya? Apakah sebelum menyumbang, si donor dapat dipertemukan dgn penerima untuk melihat calon penerima organnya? Apakah memungkinkan bagi seseorg donor yg bnr2 memiliki tujuan mulia untuk menyumbangkan semua organ tubuhnya untuk org yg lbh memerlukan alias memberikan nyawanya? Terima kasih atas jawabannya

  47. memang pendonor organ dgn motif kemuniaan adalah orang hebat,,krn setelah meninggalpun dia ingin menolong orang lain. luar biasa..

  48. Mulianya hingga sampai begitu hanya untuk keluarganya

  49. dimana ya link khusus buat daftar donor jantung setelah kita meninggal??

    tolong dikasih info-nya…..

  50. 1. apa nama yayasan di Indonesia yang menangani donor organ sukrela?
    2. Jika saya dan keluarga telah menyetujui saya donor organ ketika telah meninggal dunia, lalu ketika saya telah meninggal ternyata keluarga berubah pikiran, mereka berubah pikiran, apakah mereka dikenakan sanksi (adakah undang2 yg mengaturnya)?
    3. Bgaimana pengawasan donr organ sukarela agar tidak disalahgunakan (dikomersialisasikan)?
    4. bisakah pendonor mengajukan syarat khusus untuk kriteria calon penerima donor?
    5. Undang2 yang mengatur donor organ..
    Mohon Infonya .

  51. Pertanyaan saya persis sama seperti Kaysanprincess.
    Saya sudah browsing tapi tidak menemukan info dimana lembaga yang mengatur pendaftaran penderma organ di Indonesia. Saya cuma menemukan lembaga untuk mendermakan organ kepada warga Australia.

  52. sya ingin mendonorkan ginjal saya untuk menutup semua hutang2 saya,gol darah B+,umur=25th,tb=175cm,bb=60kg,suka olah raga terutama sepak bola,perokok, no drugs & no alkohol, siap medichal chekc up,ada surat keterangan sehat / hasil lab (HIV blood report) domisili malang,jawa timur,bagi yang berminat & serius hub:085655541219 / 085233323745

  53. asalamu alaikum

    saya eang bernama hasan umur 20 berat badan 60kg tinggi badan 170cm
    bermaksud untuk mendonorkan salah satu dari ginjal saya

    jika ada eang berminat silahkan hubungi email saya bumiputra54@yahoo.co.id
    atau no hp saya 089618436968
    atas perhatian nya saya ucapkan terima kasih

  54. asalamu alaikum

    saya eang bernama hasan tinggal di bogor umur 20 berat badan 60kg tinggi badan 170cm
    bermaksud untuk mendonorkan salah satu dari ginjal saya

    jika ada eang berminat silahkan hubungi email saya bumiputra54@yahoo.co.id
    atau no hp saya 089618436968
    atas perhatian nya saya ucapkan terima kasih

  55. namun sangat disayangkan pada kenyataan nya banyak tenaga medis dan Rs, bahkan PMI menkomersilkan donor darah, sedikit cerita ketika bulan lalu kakak sy di rawat d Rs dan membutuhkan transfusi darah,, ketika mencari k PMI, mereka mengatakan tidak ada stok darah, mereka bersedia menyediakan bila kita menyediakan sejumlah uang, dan fihak Rs pun,dalam hal ini satpam RS tsb sempat menawari menyediakan darah dengan imbalan sejumlah uang.. pd saat ini jarang sekali orang yg benar@ iklas ingin menolong orang lain

  56. boleh ga saya donorkan jantung saya??

  57. saya juga mau donorkan jantung saya

  58. Maaf kak kalau mau rela memberikan buat orang yang sudah diinginkan pendonor untuk memberikan secara suka rela begitu boleh tidak?

  59. waw.. jadi takut mau donor darah n ginjal// tp mau gmna,, btuh bgt skrg uangxa,, tp yaudah lah,, masih ad cara lain buat dptin uang,, yaitu dengan bekerja,, makasih ya,,,
    mnt tunggangan waktu lg deh gue,, hehe btw,, bner gak sech,, didaerah DKI harga ginjal itu 1,4 miliar,, jd penasaran,.. kalo gt carax bknxa rmh skitx bangkrut ya,, 100 jt aj udah baxak,, gmna satu M.
    hehee makasih ya.. blogx buat q jd saddar..

  60. SAYA MAU JADI PENDONOR GINJAL SERIUS DAN SAYA MAU MEMBANTU ORANG YG SAKIT

    GOLONGAN DARAH SAYA ‘O’ COW UMUR 21 TAHUN
    DAN TEMEN SAYA ‘A’ CEW UMUR 21 TAHUN

    CV 082250669749

  61. boleh tau analisis penulis nya? :) please

  62. saya mau donorkan ginjal sudah di tes semua hasil bagus….di rumah sakit rscm kencana……gol B minat kontak di 085723558818

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: