The Ending of BOURNE’s JouRneY

Bourne Identity Bourne Supremacy Bourne Ultimatum

Hoho… film terakhir yang Q tunggu – tunggu sekitar setahun lalu akhirnya udah Q tonton. yups Q emang suka banget ama Matt Damon (yang sekarang udah nikah n punya anak..hiks), yang muncul lagi dalam Bourne Ultimatum.

Film ini memang lanjutan dari 2 film sebelumnya The Bourne Identity dan The Bourne Supremacy, yang mengisahkan “Life Journey” dari agen CIA yang gagal melakukan misi untuk membunuh Kwame Wambosi di film pertama dan sebaliknya Jason Bourne terkena tembakan dipunggungnya yang menyebabkan dia hilang ingatan. Jason Bourne saat itu ditemukan oleh kapal nelayan dan ia tinggal diatas kapal itu selama 2 minggu, dia sama sekali tidak ingat masa lalunya. Setelah merapat, Jason Bourne pergi ke Zurich untuk melihat save deposit box miliknya di zurich bank. Jason menemukan 6 paspor dengan nama yang berbeda dan banyak uang. ia lalu pergi ke Kedubes AS, dan ternyata dia telah masuk dalam daftar pencarian orang. disana lah ia bertemu dengan Marie Helena Kreutz yang akhirnya menjadi kekasih Bourne.

Di film ke dua Bourne Supremacy, Jason kembali menjadi incaran CIA atas peristiwa pembunuhan yang terjadi di Jerman. Namun sebenarnya ketika itu terjadi ia bersama Marie sedang berada di India. Meskipun telah bersembunyi jauh hingga di India, Jason masih menjadi target CIA lainnya yang mengirim pembunuh bayaran bernama Kiril (Karl Urban – yang main di Lord of The Rings). Dalam pelariannya dari incaran Kiril dengan menggunakan mobil, Jason yang semula memegang kemudi lalu bertukar dengan Marie dan Kiril sang snipper menembak tepat dikepala pengemudi yang ia kira Bourne. Inti dari cerita film kedua ini adalah tentang upaya Bourne untuk membuktikan bukan dia pelaku pembunuhan yang terjadi di Jerman pada 2 minggu yang lalu itu. Bourne datang ke Berlin dan ia sedikit banyak mengingat masa lalunya. Ia ingat pernah membunuh politikus Rusia – Vladimir Nesky – dan istrinya, dan membuat peristiwa itu seperti bunuh diri. Di Akhir cerita Bourne datang k Rusia untuk menemui putri dari Nesky untuk meminta maaf. dan kembali ke New York untuk menghubungi Pamela Landy yang semula menuduh Bourne. Baca lebih lanjut

Iklan

Musik klasik bukan berarti kuno

Hari ni Q sama temen2 ngebahas jenis – jenis musik, yang memang rata – rata suka aliran pop, jazz malah di kampus nanti ada Rhapsody Jazz mengarayain Dies Natalis Unpad ke 50 acara yang spesial pastinya.

Q sendiri lebih milih n sukaaa banget ama lagu – lagu klasik, coz musik klasik itu bisa kita dengar kapan aja n sepanjang masa deh, buktinya lagu – lagu karya Mozart yang diciptain dari tahun 1700an masih abadi sampai sekarang. Musik klasik bukan berarti musik kuno. Kalo kata dosen Q yang waktu itu lagi membicarakan genre musik, kata beliau gini :

Musik klasik itu bagaikan militer, yang patuh pada aturan dan perintah dari konduktor, terpaku pada partitur.

Musik Jazz, tetap berpegang pada aturan dan partitur sebenarnya, tapi lebih banyak improvisasi dan ada semacam pemberontakan dalam bermusik itu sendiri.

Musik Pop, prinsipnya easy listening, semua suka, semua happy tapi cepat dilupakan oleh pendengarnya.

Musik Rock dan sejenisnya termasuk emmo / imo atau apalah namanya, itu benar – benar pemberontakan, yang hanya mengikuti kata hatinya.

Karya – karya komposer klasik yang Q suka sebenernya banyak, ya tergantung dari situasi hati lah. Buat Q setiap komposer punya pencitraan sendiri sama lagu yang diciptakannya, setiap lagu klasik punya cerita masing – masing yang tiap orang bebas mengartikannya sendiri. Baca lebih lanjut

Nada Sou Sou / Tears Flow Endlessly / “Tears for You”

Pemain : Satoshi Tsumabuki & Masami Nagasawa

Soundtrack : Nada Sou Sou by Natsukawa Rimi

Yang mau lagunya Nada Sou Sou dari Natsukawa Rimi ini bisa contact saya by YM!! Serius niy bakal saya kirimkan

(J-Dorama)

Dorama ini memang lumayan membuat penonton menangis. Ceritanya tentang kakak beradik saudara tiri yang tidak punya hubungan darah sama sekali, hanya karena pernikahan ibu dari Yotaro dan ayah dari Kaoru yang seorang pemain jazz. Tak lama setelah itu, sang ayah meninggalkan keluarganya juga meninggalkan Kaoru yang masih kecil, sang ibu pun sakit dan akhirnya meninggal. Setelah ditinggal ayah dan ibu nya, mereka tinggal bersama neneknya disebuah pulau kecil daerah Okinawa. Yotaro menjalankan amanat ibunya untuk menjaga Kaoru.

Stelah dewasa, Yotaro pergi ke kota untuk bekerja dan ia pun sudah lama tidak bertemu dengan Kaoru. Sampai ketika Kaoru akan masuk SMA dan tinggal bersama kakaknya disebuah rumah kecil. Yotaro rela mengerjakan semua pekerjaan demi membiayai sekolah adik tirinya itu. Pagi hari ia mengantar sayuran ke beberapa restoran, siang hari menjadi kuli angkut, dan malamnya menjadi tukang masak di sebuah restoran. Impian Yotaro untuk mempunyai sebuah restoran kandas ketika sebuah tempat yang sudah dibeli dan diperbaikinya ternyata bangunan ilegal dan harus dihancurkan, begitu pula Yotaro harus membayar hutang – hutang. Baca lebih lanjut

ALIVE ! : Sebuah Kisah Nyata : Bertahan 72 Hari di Pegunungan Andes

Ini merupakan kisah nyata pengalaman sekelompok Tim Rugby mahasiswa dari URUGUAY yang dalam perjalanan ke Peru, pesawat yang mereka tumpangi jatuh di Pegunungan Andes. Dalam kecelakaan ini, tidak semua penumpang tewas. Mereka yang bertahan hidup inilah yang akhirnya harus melewati pertarungan batin yang mengerikan dan tidak dapat mereka bayangkan sebelumnya, hingga akhirnya yang tersisa hanya 16 orang yang dapat diselamatkan dengan kondisi fisik yang sangat memperihatinkan.

enlosandes3.jpg enlosandes11.jpg enlosandes14.jpg

Kisah bermula dari keinginan sekelompok Tim Rugby mahasiswa yang ingin mengadakan pertandingan kembali di Peru. Mereka lantas menyewa sebuah pesawat terbang bernama Fairchild. Dalam perjalanan dari Uruguay menuju Peru, pesawat yang mereka sewa terpaksa melakukan pendaratan di Argentina, karena cuaca buruk di atas pegunungan Andes. Pertemuan antara panas matahari bertemu dengan udara dingin Pegunungan Andes di siang hari dapat membahayakan pesawat manapun yang melintas diatasnya. Tim Rugby mahasiswa ini dan penumpang lainnya bermalam di Argentina selama 1 malam. Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang mereka sewa tersebut.

Sekelompok mahasiswa ini berusia antara 20 tahunan dengan tubuh tinggi besar layaknya pemain rugby. Namun keceriaan mereka berubah seketika, sewaktu melewati puncak Gunung Andes pesawat yang mereka sewa tersebut mengalami gangguan mesin, dan akhirnya Fairchild jatuh tepat diatas salah satu puncak tertinggi Andes. Pesawat terseret sangat jauh dan mendarat dengan lambung pesawat. Fairchild akhirnya berhenti setelah menabrak sebuah bukit. Ekor pesawat terpisah dari badan pesawat, dan kedua sayap pesawat pun sudah tidak lagi menyatu dengan badan pesawat. Fairchild terlihat seperti cacing dari kejauhan, kira – kira begitulah yang digambarkan seorang paranormal yang ikut melakukan pencarian.

alive-1.jpg enlosandes1.jpg enlosandes12.jpg

Mereka yang masih hidup setelah kecelakaan dasyat itu harus bertahan dengan dinginnya puncak Andes dan tanpa perbekalan apapun, bahkan mereka tidak memakai pakaian yang cukup hangat untuk bertahan di suhu minus. Makanan yang ada hanyalah coklat dan sebotol anggur, harus dibagi sama rata kepada seluruh penumpang Fairchild yang masih hidup. Kondisi mereka yang selamat kian memburuk, luka – luka pun tak membaik. Jenazah korban yang meninggal pun dibiarkan begitu saja, dan tetap awet karena tertimbun salju. Lalu seseorang diantara mereka mengambil inisiatif untuk mencari makanan lain yang lebih berenergi untuk dapat bertahan hidup. Dialah seorang mahasiswa kedokteran tingkat 2 Roberto Canessa, ia mengambil potongan pesawat yang dapat dijadikan pisau dan tanpa ragu memotong daging jenazah korban menjadi potongan – potongan sebesar kotak korek api. Mereka semua tentu tak dapat membayangkan hal ini dapat terjadi, namun bantuan belum tentu akan datang keesokan harinya, dengan ragu – ragu satu persatu dari mereka akhirnya menyerah kepada rasa lapar yang amat sangat, dan memakan daging manusia itu mentah – mentah yang telah dikeringkan di atas atap. Baca lebih lanjut

Always Happy “Binchou-tan”

Hello… Blog ini punya Aprilia Gayatri, yang pake nama Binchou-tan

coz kemarin baru nonton anime Binchoutan (baca: bin-cow-tan) yang cute banget chara nya

Binchou-tanbinchou-tan-2.jpg

Binchou-tan chara yang digambarkan selalu memakai baju putih dan obi pink panjang menjuntai ke tanah. Binchou-tan tinggal sendiri di tengah hutan di sebuah rumah gubuk di atas gunung. Setiap hari Binchou-tan selalu ke kota untuk mencari pekerjaan demi mendapatkan uang ataupun makanan. Dia ke kota dengan terbang bersama burung elang, yang dibayarnya dengan kenari besar…. Dalam hari – hari selanjutnya binchou-tan bertemu banyak teman.

Anime ini sebenarnya alurnya datar, mungkin buat sebagian orang agak membosankan. Tapi sebenarnya banyak yang bisa kita ambil pelajaran dari anime ini. he he he mungkin cuma buat gue… binchoutan nasibnya menyedihkan, coz setiap hari dia sendiri, selalu mengucapkan “itekimas” padahal didalam rumah tidak ada siapa – siapa. waktu pulang dia juga bilang “itadaima” dan dijawabnya sendiri “okairinasai”. malah di episode – episode terakhir Binchou-tan yang ingin punya keluarga, menyiapkan makanannya sendiri, lalu Binchou-tan pergi keluar dan pulang dengan mengucapkan “tadaima” trus dia senang sudah tersedia makanan, trus -trus dia menoleh ke pintu dan bilang “oh okairinasai” seolah – olah ada orang lain disitu…

Baca lebih lanjut