Always Happy “Binchou-tan”

Hello… Blog ini punya Aprilia Gayatri, yang pake nama Binchou-tan

coz kemarin baru nonton anime Binchoutan (baca: bin-cow-tan) yang cute banget chara nya

Binchou-tanbinchou-tan-2.jpg

Binchou-tan chara yang digambarkan selalu memakai baju putih dan obi pink panjang menjuntai ke tanah. Binchou-tan tinggal sendiri di tengah hutan di sebuah rumah gubuk di atas gunung. Setiap hari Binchou-tan selalu ke kota untuk mencari pekerjaan demi mendapatkan uang ataupun makanan. Dia ke kota dengan terbang bersama burung elang, yang dibayarnya dengan kenari besar…. Dalam hari – hari selanjutnya binchou-tan bertemu banyak teman.

Anime ini sebenarnya alurnya datar, mungkin buat sebagian orang agak membosankan. Tapi sebenarnya banyak yang bisa kita ambil pelajaran dari anime ini. he he he mungkin cuma buat gue… binchoutan nasibnya menyedihkan, coz setiap hari dia sendiri, selalu mengucapkan “itekimas” padahal didalam rumah tidak ada siapa – siapa. waktu pulang dia juga bilang “itadaima” dan dijawabnya sendiri “okairinasai”. malah di episode – episode terakhir Binchou-tan yang ingin punya keluarga, menyiapkan makanannya sendiri, lalu Binchou-tan pergi keluar dan pulang dengan mengucapkan “tadaima” trus dia senang sudah tersedia makanan, trus -trus dia menoleh ke pintu dan bilang “oh okairinasai” seolah – olah ada orang lain disitu…

Alone

Musim salju tiba, dan Binchou-tan akhirnya jatuh sakit… dia sampai bermimpi bertemu dengan neneknya… tadinya gue kira ini akhir hidupnya Binchou-tan, tapi teman2nya sudah berkumpul disana, dan merawat Binchou-tan yang sakit…sampai akhirnya Binchou-tan sembuh dan bisa kembali bermain.

Chara Binchou-tan ini ga pernah sedih atau putus asa walaupun dia hidup sendiri. Pekerjaan apapun dia lakukan demi mendapat uang dan beras…. buat yang suka anime dengan chara yang imut – imut, hhhhm Binchou-tan bisa jadi pilihan

Satu Tanggapan

  1. aku blum prnah denger crita binchoutan….

    tpi krena cuplikan d web anda aku jadi berpikir betapa bahagianya hidup kita ,kita yang masih memiliki keluarga yang menemani kita. orang tua kita yang senantiasa sibuk keluar karena tugas pun masih sempat menemani kita.

    anda benar cerita ini amat bermanfaat.
    terimakasih atas ringkaannya.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: