Nada Sou Sou / Tears Flow Endlessly / “Tears for You”

Pemain : Satoshi Tsumabuki & Masami Nagasawa

Soundtrack : Nada Sou Sou by Natsukawa Rimi

Yang mau lagunya Nada Sou Sou dari Natsukawa Rimi ini bisa contact saya by YM!! Serius niy bakal saya kirimkan

(J-Dorama)

Dorama ini memang lumayan membuat penonton menangis. Ceritanya tentang kakak beradik saudara tiri yang tidak punya hubungan darah sama sekali, hanya karena pernikahan ibu dari Yotaro dan ayah dari Kaoru yang seorang pemain jazz. Tak lama setelah itu, sang ayah meninggalkan keluarganya juga meninggalkan Kaoru yang masih kecil, sang ibu pun sakit dan akhirnya meninggal. Setelah ditinggal ayah dan ibu nya, mereka tinggal bersama neneknya disebuah pulau kecil daerah Okinawa. Yotaro menjalankan amanat ibunya untuk menjaga Kaoru.

Stelah dewasa, Yotaro pergi ke kota untuk bekerja dan ia pun sudah lama tidak bertemu dengan Kaoru. Sampai ketika Kaoru akan masuk SMA dan tinggal bersama kakaknya disebuah rumah kecil. Yotaro rela mengerjakan semua pekerjaan demi membiayai sekolah adik tirinya itu. Pagi hari ia mengantar sayuran ke beberapa restoran, siang hari menjadi kuli angkut, dan malamnya menjadi tukang masak di sebuah restoran. Impian Yotaro untuk mempunyai sebuah restoran kandas ketika sebuah tempat yang sudah dibeli dan diperbaikinya ternyata bangunan ilegal dan harus dihancurkan, begitu pula Yotaro harus membayar hutang – hutang.

Melihat kakak tirinya terlalu bekerja keras, Kaoru pun tak tega dan berinisiatif mencari pekerjaan sambilan menjadi cleaning service disebuah hotel. Yotaro pada akhirnya mengetahui apa yang dilakukan adiknya dan menjadi sangat marah, karena ia ingin Kaoru bisa masuk universitas dan tidak bodoh sepertinya. Kaoru dan Yotaro bertengkar ketika festival musim panas, malamnya Kaoru tidak pulang ke rumah, ia malah pergi kesebuah bar dan disana ia bertemu dengan ayah kandungnya. Kaoru terbilang anak yang cukup pintar disekolah, hingga ia dapat diterima di universitas. Lantas Kaoru ingin hidup berpisah dari kakaknya. Awalnya Yotaro tidak setuju, tapi setelah mengetahui bahwa sebenarnya Kaoru malah mencintai “nini” (panggilan untuk kakak) Yotaru pun menyadari bahwa ia tidak bisa selamanya overprotective terhadap adik tirinya itu.

Kaoru telah mengemas barang – barang dan pakaiannya untuk pindah ke tempat tinggal baru yang dekat dengan kampus. Yotaro sangat sedih atas kepindahan adiknya itu, dan dari kejauhan Kaoru mengucapkan terima kasih karena “Nini” telah menjaganya selama ini. Mereka hanya berkirim surat sesekali, dan dalam surat yang terakhir Kaoru mengatakan akan merayakan ulang tahun yang ke 20 di pulau tempat mereka dulu tinggal bersama neneknya dan berjanji untuk bertemu disana. Namun badai akhirnya membatalkan niat Kaoru untuk kembali ke pulau dan ia pulang ke rumah. Yotaro merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada adiknya itu. Setelah menutup kios hamburger nya ia bergegas ke tempat tinggal Kaoru, meskipun saat itu ia sedang sakit dan badai. Ternyata memang tempat tinggal Kaoru sedang diterpa badai dan puhon yang tumbang memecahkan jendelanya, Kaoru sangat ketakutan dan disaat itulah Yotaro datang menemani Kaoru.

Sakit Yotaro semakin parah, ia segera dilarikan ke rumah sakit dan bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang kini sudah menjadi dokter di rumah sakit itu. Sayangnya nyawa Yotaro tidak tertolong, ia meninggal malam itu juga. Upacara pemakaman diadakan di pulau rumah neneknya tempat mereka tinggal sewaktu kecil. Kaoru sangat sedih kehilangan “Nini” yang selama ini selalu menjaga dan berjuang demi dirinya. Semua orang yang mengenal Yotaro ikut bersedih, karena ia anak yang rajin dan baik kepada siapapun. Tidak ada pesta ulang tahun untuk Kaoru, justru kesedihanlah yang ia dapatkan.

Setelah semua orang pulang dari upacara di rumahnya itu, dan ketika Kaoru sedang melihat surat yang ditulis untuk kakaknya tersimpan rapih didalam dompet milik Yotaro beserta foto ketika mereka kecil. Kaoru sangat sedih, ia bertanya kepada neneknya : “Kemana ‘Nini’ akan pergi? Kenapa secepat ini?”.

Tiba – tiba datanglah seseorang membawa kiriman, kado ulang tahunnya. Ketika dibuka terdapat sebuah surat dari Yotaro yang ditulis sebelum ia meninggal. Ia mengatakan bahwa dirinya akan selalu bekerja keras dan ingin agar Kaoru dapat menyelesaikan studinya di universitas. Yotaro berjanji akan datang pada hari ulang tahun adiknya ke 20 di pulau itu dan merayakan bersama adiknya, ia ingin agar Kaoru menjadi anak yang kuat dan tidak mudah menangis. Tapi itu semua tidak mungkin karena Yotaro telah meninggal. Yotaro yang bekerja dari pagi hingga malam mengumpulkan uang demi membelikan hadiah untuk adiknya berupa “Kimono” yang selama ini diimpikan Kaoru. Kaoru pun sangat –sangat sedih setelah membaca surat tersebut.

6 Tanggapan

  1. wah lu ngefans ma Tsumabuki-chan juga yaaa???
    udah nonton film doi yang lain blom?
    ada Blackjack Ni Yoroshiku, Spring Snow??
    keren tuh
    yeah lu bener juga ni film sedih, tapi ogut ga tega ngeliat doi di film ini,malang betul nasibnya
    salam kenal _cichie_

  2. rekomendasikan gw film2 korea yang bagus…. thx.,

  3. by email johanesbrain@hotmail.com
    fs gw di johanesbrain@yahoo.com

    thx.,

  4. thx reviewnya keren.. sukses..

  5. m m

  6. Film “Nada Sou-sou” Kerenz bgt..bgt..bgt..
    nontonnya mpe nangis, hik..hikz..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: