Tentang WTO (World Trade Organization)

fuuih… Semester 6 ini… ada 4 mata kuliah yang berhubungan dan banyak membahas tentang WTO (World Trade Organization), yaitu mata kuliah Hukum Ekonomi Internasional, Hukum Perdagangan Internasional, Hukum Penanaman Modal dan Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional.😦 Dan semuanya dalam satu semester?? Yups.. berhubung program kekhususan yang saya ambil adalah hukum ekonomi. Ada bagusnya juga karena semuanya saling berhubungan jadi ketika dibahas di satu mata kuliah, saya sudah pernah membahasnya dimata kuliah lain sehingga lebih mudah dalam pemahaman.

Apa saja hubungan WTO dengan 4 mata kuliah tadi?. Untuk Hukum Ekonomi Internasional, WTO yang dibahas disini adalah WTO sebagai salah satu Subyek Hukum Ekonomi Internasional. Kaitan Hukum Perdagangan Internasional dengan WTO, disinilah paling banyak dibahas dan sepertinya setiap kali kuliah yang dibahas adalah GATT/WTO, karena WTO merupakan organisasi perdagangan dunia yang menerapkan aturan – aturan perdagangan internasional yang berlaku bagi negara – negara anggota. Pada mata kuliah Hukum Penanaman Modal juga sedikit banyak membahas WTO dari segi penerapan prinsip Most-Favourade Nation (MFN) dan National Treatment, karena terdapat TRIMs (The Agreement on Trade Related Investment Measures). Sedangkan pada mata kuliah Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional pembahasan yang menyangkut WTO adalah dari segi penyelesaian sengketa yang diterapkan dalam WTO melalui Disputes Settlement Body (DSB). Sebenarnya masih ada satu mata kuliah lagi yang berhubungan (erat) dengan WTO, yaitu Hukum Hak Kekayaan Intelektual, karena Indonesia telah menjadi anggota WTO yang ditandai dengan diratifikasinya UU No. 7 Tahun 1994 tentang (ratifikasi) Pembentukan WTO dan didalam salah satu annex-nya menyebutkan tentang Intellectual Property Rights yaitu TRIPs (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) Maka sebagai anggota WTO, Indonesia pun harus segera memiliki aturan – aturan tentang HKI ini.

WTO merupakan satu – satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antarnegara. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan – aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara – negara anggota. Persetujuan tersebut merupakan perjanjian antarnegara anggota yang mengikat pemerintah untuk mematuhinya dalam pelaksanaan kebijakan perdagangannya. Walaupun ditandatangani oleh pemerintah, tujuan utamanya adalah untuk membantu para produsen barang dan jasa, eksportir dan importir dalam kegiatan perdagangan

WTO memiliki beberapa tujuan penting, yaitu pertama, mendorong arus perdagangan antarnegara, dengan mengurangi dan menghapus berbagai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus perdagangan barang dan jasa. Kedua, memfasilitasi perundingan dengan menyediakan forum negosiasi yang lebih permanen. Hal ini mengingat bahwa perundingan perdagangan internasional di masa lalu prosesnya sangat kompleks dan memakan waktu.

Tujuan penting lainnya adalah untuk penyelesaian sengketa, mengingat hubungan dagang sering menimbulkan konflik – konflik kepentingan. Meskipun sudah ada persetujuan – persetujuan dalam WTO yang sudah disepakati anggotanya, masih dimungkinkan terjadi perbedaan interpretasi dan pelanggaran sehingga diperlukan prosedur legal penyelesaian sengketa yang netral dan telah disepakati bersama. Dengan adanya aturan – aturan WTO yang berlaku sama bagi semua anggota, maka baik individu, perusahaan ataupun pemerintah akan mendapatkan kepastian yang lebih besar mengenai kebijakan perdagangan suatu negara. Terikatnya suatu negara dengan aturan – aturan WTO akan memperkecil kemungkinan terjadinya perubahan – perubahan secara mendadak dalam kebijakan perdagangan suatu negara (lebih predictable).

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang WTO ini?? silahkan download file berikut ini yang saya convert ke PDF, seperti biasa.. untuk menghindari “PLAGIAT” 😈

🙄 Please Ask FIRST, Before Using My Blog’s Contents🙄

WTO dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia

24 Tanggapan

  1. oo anak ekonomi ya…

  2. @ Hanggadamai : bukan bukan.. saya hukum.. tapi program kekhususannya hukum ekonomi 8)

  3. masih bikin planingnya
    nanti saya khabari

  4. waduh, saya baca subject kuliah nya aja udah pusing duluan tuh! wkwkwkwk…

  5. @ Imsuryawan : he he bikin pusing yaa? tapi buat saya subject kuliah diatas menarik, walau kadang ribet juga🙄 yaah dari pada yang berkaitan dengan hukum pidana, saya nggak suka

  6. april, kok WTO ditulis bagusnya saja. padahal inilah rezim ekonomi paling serakah di dunia. *eh, bahasanya nok. hehe*

    jd, menurutku, WTO ini hanya kepanjangan tangan dari negara2 kuat yg tidak mau ribet bersaing dg negara kere. lalu dibuatlah kesepakatan yg (seolah2) adil, padahal isinya jelas memihak negara kaya. akibatnya, kapas dr amrik dg mudah masuk indonesia. tp sebaliknya, produk indonesia susah bgt masuk amrik.

    saranku, *sori sok tua*, baca jg perspektif kritis soal WTO. biasanya dr temen2 NGO. biar lbh asik aja sih. thx..

  7. @ Anton : ooh.. karena terkait dengan penjelasan lainnya memang blum saya masukan disini, tapi ada di bagian kesimpulan dalam file yang saya upload di atas mas! pasti blum lihat
    Memang disamping keuntungan ada kerugian juga. Diimana suatu negara berkembang seperti Indonesia harus menerapkan prinsip2 dalam WTO seperti Most-Favoured-Nation dan National Treatment. Terutama prinsip National Treatment, pemerintah di suatu negara tidak boleh memberikan perlakuan khusus terhadap barang dalam negeri dengan barang impor, tidak boleh memberikan perlakuan khusus terhadap investor dalam negeri dengan investor asing, dsb. Ada ketentuan bahwa prinsip ini dapat dikesampingkan bagi negara berkembang untuk jangka waktu tertentu, tapi setelah itu negara tersebut harus membuka pasarnya seluas2nya.

    saya nggak cuma baca dari satu literatur aja kok mas😈

  8. WTO… hapus dari otak! sekarang aku sudah libuuuurrr….! senangnya!

  9. saya juga anak hukum

    *hukuman tepatnya😎

    *salam kenal yah blognya keren…

  10. @ Iphan : senangnya sudah selesai UAS… kampus saya malah baru mulai 9 Juni nanti, setelah minggu tenang tegang 8 hari.. tidaaak😯

    @ Ick : Dapat hukuman apa? kasihan betul😈

  11. halo salam kenal

    saya minta izin nih mba, buat download filenya
    saya juga anak hukum di fh Unibraw

    di kampus saya kurang bahan-bahan / buku tentang WTO dan penyelesaian sengketa. Dosen saya menyarankan bukunya Huala Adolf, katanya dosen fh Unpad yah?

    boleh request?
    punya artikel tentang perundingan putaran Doha? saya sudah cari artikelnya, tapi masih kurang sepertinya. yang bagus untuk referensi dari buku mana ya?

    terima kasih
    Hadi

  12. Apaan sih WTO…???
    makanan dari mana itu..?? 😆

  13. @ Hadi Janitra : iya beliau dosen saya… seru lho kalau beliau yang mengajar!
    Pak Huala memang banyak bukunya, coba cari deh yang judulnya “Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional” atau “Penyelesaian Sengketa Internasional dalam WTO”
    ada juga buku “Sekilas tentang WTO” dari Dept. Luar Negeri..coba tanya ke perpus kampus kamu deh, siapa tahu ada… *harusnya siy*

    ok Request ditampung dulu ya… pernah ada tugas tentang Doha Round, nanti saya Upload..tapi hari Jumat yaa.. coz sekarang lagi libur minggu tenang :mrgreen:

    @ Ady Gondronk : makanan? coba artikelnya dibaca dulu Baru KoMEnTar biar ngerti..😯

  14. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Nonimportation.

  15. @ Nonimportation : Thanks for visited.. yes coz i use Indonesian Language…
    So.. if you wanna know more about World Trade Organization, why don’t you visit official web of WTO http://www.wto.org
    i think it’ll be easier for you to understand, the web is in english (of course) :mrgreen:

    regard,😉

  16. binchoutan.., tulisan menarik.. sepertinya kamu udah mengerti jauh tentang WTO. Aku sendiri harus belajar kembali, lagi..dan lagi.. untuk mengatahui banyak mengenai hal ini. Btw terkait dengan tanggapan di blogku beberapa waktu lalu, sebagai negara berkembang, Indonesia memang memiliki beberapa pengecualian dalam kesepakatan WTO (ada di tulisanmu kan🙂 ). Kondisi Indonesia yang memiliki 200 juta lebih penduduk dengan kondisi perekonomian yg belum stabil, tentu sangat berbeda dengan negara maju atau lebih mapan (G8 dll). Jika hal ini dikatkan dengan masalah BBM, kita sadari, “harga” yang harus dibayar bila subsidi dicabut (untuk memenuhi national treatment? karena anggaran terbatas) adalah sangat besar, baik sosial, ekonomi, hukum dll.
    Waktu yg diberikan utk pelaksanaan “kondisi khusus” agaknya tidak cukup melihat kondisi perekonomian saat ini.
    Faktanya, negara kita telah terikat dalam perjanjian WTO, namun bukan berarti kita harus tunduk pada setiap kemauan negara maju.
    Untuk itu, pemerintah harus tegas dan berani memperjuangkan kepentingan bangsa, termasuk dalam seri perundingan DOHA yang berlangsung beberapa hari ini.

  17. siip bos…

  18. keren juga mas blognya..
    lumayan buat nyusun tugas HOI tentang WTO…

    minta izin download yah….

  19. @ Yusran : pengetahuan saya tentang WTO masih minim pak, butuh banyak referensi bacaan lagi. Terutama dalam WTO ada pihak yang pro dan kontra. Terima kasih atas jawabannya pak Yusran. 😉

    @ Kawel : ok lanjut..

    @ Qorin : mas???!!!??##%#^&**^&$%#@#??? 😈
    Ya silahkan download… btw memangnya nama saya seperti mas – mas yaa?

  20. boleh saya download ngak????

  21. izin share artikelnya y..

  22. agan numpang copy ya…
    ><
    buat tugas ne…

  23. trimaksih🙂
    ..blog ny dah bantu buat ngerjain tgas ku🙂

  24. […] (blog). 2008. Tentang WTO (World Traiding Organization). https://binchoutan.wordpress.com/2008/05/11/tentang-wto-world-trade-organization/. Diakses pada tanggal 10 April […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: