Book Review: Ganti Hati (Dahlan Iskan)

Penulis buku Ganti Hati ini adalah seorang pemilik Jawa Pos Grup yang bermarkas di Surabaya. Beliau pernah tampil di Kick Andy, untuk berbagi pengalaman seputar operasi transplantasi liver yang dijalaninya di Tiongkok sana. Untuk saya buku ini termasuk yang cepat saya selesaikan, hanya dalam 3 hari. Maklum saya termasuk orang yang lambat dalam menghabiskan satu bacaan, karena banyak kegiatan sehingga kurang waktu luang untuk membaca bacaan lain diluar text book kuliah (aaagggh). Lagipula sayang kalau sudah beli buku mahal – mahal tapi hanya bisa dinikmati beberapa hari.

Cerita diawali dengan berbagai hal yang terjadi setelah operasi transplantasi ini selesai dan sukses. Meninggalkan bekas jahitan panjang dan menyerupai simbol mobil miliknya, Mercy. Rasanya penulis benar – benar paham akan semua yang terjadi pada dirinya. Itulah mengapa penulis banyak memasukkan istilah – istilah medis beserta penjelasan kedalam tulisannya. Mulai dari kadar albumin, platelet, tri lumen, central IV, endoskopi, ascites, spider veins, varises esofagus sampai sirosis dan masih banyak lagi yang tidak saya mengerti. Bagaimana ketika setelah operasi berhasil, penulis melihat keadaan tubuhnya yang dipasangi selang di pinggang kanan dan kiri, di leher dan di lengan, juga ketika darah sisa–sisa operasi mengalir lewat selang tersebut digambarkan sangat jelas. Sejelas seperti saat sedang menonton film seri favorit saya Emergency Room (ER) -yang sekarang sudah masuk season 12 lho- atau J-Dorama Iryu “Team Medical Dragon” dan manga (komik)nya.:mrgreen:

Mr. Yu Shi Gan, begitu orang Tiongkok memanggil Pak Iskan, tinggal untuk waktu yang lama di Rumah Sakit Tianjin yang sekarang menjadi salah satu pusat transplantasi dunia. Bagaimana tidak Prof. Shen Zhong Yang, kepala rumah sakit ini dan ketua tim dokter untuk operasinya sudah pernah melakukan transplantasi sebanyak 800 kali. Menunggu datangnya donor ternyata tidaklah sebentar, butuh waktu 2 bulan hingga ada donor yang cocok. Selama waktu menunggu itulah penulis yang menempati kamar dengan fasilitas sangat lengkap ini, memanfaatkan waktunya untuk memperdalam bahasa mandarinnya. Bukan hanya membawa laptopnya, tapi juga melengkapinya dengan infocus bahkan membeli white board. Dengan mempelajari bahasa mandarin, segala informasi yang dokter dan perawat berikan akan lebih mudah dipahami.

Saya kagum sekali dengan dedikasi dokter – dokter disana. Penulis bercerita bagaimana Prof. dr. Shao, kepala bagian liver, setelah melakukan operasi pengecilan limpa ia rela tidak pulang selama 5 hari sampai keadaan pasiennya stabil. Berkali – kali penulis membuat Prof. Shao ini kesal, gemas hingga membuatnya menangis karena tidak mau menurut instruksinya. Disuruh istirahat total dan memikirkan kesehatannya saja bahkan kalau rumah tetangga kebakaran ia tidak boleh peduli, tapi ia malah memikirkan proyek listrik di Kalimantan. Sampai – sampai menulis surat yang berisi rayuan puitis agar dirinya diperbolehkan pulang, dengan berkilah yang sekarang kebakaran ini rumah saya-Indonesia.

Alur cerita dalam buku Ganti Hati ini, maju-mundur. Melihat keadaannya sekarang yang harus menanggung rasa sakit bukan apa – apa dibandingkan kemiskinan yang dialaminya semasa kecil dulu. Penulis bercerita, kenapa beliau bisa sampai terkena Hepatitis B adalah karena dulu tidak di Vaksin. Kenapa tidak divaksin? karena dulu tidak berpendidikan. Kenapa tidak berpendidikan? karena miskin. Kenapa miskin? karena tidak berpendidikan. Juga cerita bagaimana ibu dan kakaknya mati muda karena sakit. Rasa sakit setelah operasi belum seberapa dibandingkan dengan rasa sakit ketika pacul mengenai kakinya, dan luka itu hanya disiram minyak tanah dan dibalut kain seadanya. Rumahnya semasa kecil dulu tidak dilapisi semen atau apapun, sehingga kalau beliau ngompol akan terserap langsung ketanah, yang disebutnya sebagai pampers abadi. Lucunya lagi karena takut dengan guru bahasa Inggris beliau lebih memilih cari ikan disungai, mungkin lebih hafal nama – nama ikan disungai dibandingkan nama hari dalam bahasa Inggris.

Disamping itu penulis juga menyajikan kisahnya dengan humor – humor khas ludrukan, sehingga pembaca tidak melulu dibawa kesuasana suram akan penyakitnya. Misalnya ketika mulai mencoba berdiri ada kekhawatiran kalau sambungannya belum kuat dan liver barunya akan jatuh di rumah Gong Li (aktris). Ada lagi saat penulis yang sedang dalam usaha mengatasi krisis listrik di kalimantan ini berada satu pesawat dengan Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri. Wapres yang juga prihatin dengan keadaan ini langsung menggelar “Rapat Tingkat Tinggi”, mengapa disebut demikian? Karena rapat ini dipimpin langsung olehnya diikuti oleh para menteri dan ditempat yang sangat tinggi, yaitu 36.000 dari permukaan laut, iyalah kan lagi di pesawat.

Membaca buku ini bisa dibilang komplit. Ada True Story tentang penyakit yang dialami penulis. Ada istilah – istilah medis yang disertai penjelasan, sehingga orang awam dapat memahaminya. Ada nasehat untuk tetap menjaga kesehatan, bahkan dapat menggerakkan banyak orang tua untuk ingat pemberian vaksin bagi anaknya. Ada juga isu – isu yang sedang berkembang saat ini yang menyangkut urusan negara. Baru saja saya selesai membaca buku ini, yang didalamnya menyinggung produksi minyak Indonesia sudah semakin menurun dan mungkin tak layak lagi jadi anggota OPEC. Kemarin di kelas Hukum Penanaman Modal, dosen saya juga menyebutkan hal yang sama. Dimana dalam salah satu buku disebutkan posisi Indonesia di OPEC berada kedua dari bawah, dan negara – negara lain menyarankan agar Indonesia keluar dari organisasi int’l tersebut.

Penulis juga menyertakan foto – foto yang diambil saat berada di Tiongkok, sebelum dan setelah operasi, juga foto bersama dokter dan para perawat disana. Ada bagian foto yang terpaksa saya tutupi dengan kertas “post-it” karena saya tidak kuat melihat gambar liver beliau yang baru dikeluarkan. Dibagian paling akhir buku ini, semua SMS dan email dukungan kepada beliau pun juga ditampilkan. Sangat menarik untuk dibaca. Mungkin untuk kawan – kawan yang berhubungan dengan dunia kedokteran atau medis, akan lebih paham apa yang penulis ceritakan disini. Tapi bagi kita orang awam, kalau tidak mau pusing, ikuti saja jalan ceritanya dan ambil nilai – nilai penting dari kisah nyata ini.

Yang ingin membaca cerita ini lebih lengkap.. klik DISINI

Teman – teman… yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya!! datang ke Pesta Buku Jakarta nyuu

28 Juni – 6 Juli 2008 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta

Informasi selengkapnya klik banner ini

13 Tanggapan

  1. hi makasih nih infonya. dulu saya sering ikutin kisahnya secara bersambung di jawa pos

  2. wah keknya bagus banget nih..

  3. pernah masuk kick andy nih buku sama dahlan iskan juga
    di dunia kedokteran ada jokes “jadi dokter hati (liver) itu paling nggak enak hati” karena baru mengobati tapi pasiennya sudah sirosis. he3

  4. Saya siap mendonorkan sebagian hati saya. Usia 34, Laki2, Gol darah B.

  5. Saya siap mendonorkan sebagian hati saya. Usia 34, Laki2, Gol darah B. Serius 03317812220
    (13-10-2008)

  6. Siapa aja yang lagi membutuhkan saya siap mendonorkan sebagian hati saya.
    Usia 34, Laki2, Gol darah B. Serius 03317812220
    Makasih mbak April……

  7. @ Naufaldy : silahkan menghubungi pihak rumah sakit, atau yang berhubungan dengan hal ini. mohon maaf saya tidak dapat membantu mencarikan penerima donor. Salam. Aprilia Gayatri

  8. yth.pak dahlan iskan…
    alhamdulillah kami panjatkan syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT pada keluarga bapak…
    setelah menonton acara global TV malam ini tgl.21 Peb 2010, saya benar2 menyatakan suatu muzizat Allah telah datang pada bapak…, pada kesempatan ini, sy sangatlah berminat untuk mendapatkan informasi lengkap perihal operasi bapak tersebut,dimana kami bisa mendapatkannya? ini untuk ayahanda kami yang saat ini terdiagnosa SIROSIS hati pak…. Alhamdulillah ayah masih semangat untuk berobat dan InsyaAllah mendapatkan jalan terbaik untuk pengobatannya…
    terima kasih atas segala informasi yang mungkin dapat kami peroleh dalam waktu sesegera mungkin….lena

  9. ceritanyaa baguss ..

  10. Mau tanya beli buku ini di mana lagi ya? Tolong info saya di 02196033628 thanks eko

  11. kakak..,..saya izin mw mengambil beberapa kalimat yang anda ulas sprt di atas untuk tambahan tugas “sekolah” resensi yang saya buat..smoga anda mengizinkan..Amin..hehehehe terima kasih kk..

  12. I actually tend to agree with every little thing that was written
    inside “Book Review: Ganti Hati (Dahlan Iskan) Binchoutans PaLaCe”.

    Many thanks for all of the details.Thank you-Shawna

  13. saya ingin mendonorkan sebagian hati saya…perempuan..golongan darah o+…bagi yg membutuhkan bisa menghubungi k email nurhayatir@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: