The Five People You Meet in Heaven

“BOOK REVIEW”

Mitch Albom Mitch Albom English Version

Title : The Five People You Meet in Heaven

Genre : Science Fiction & Fantasy

Author : Mitch Albom

“This is a story about a man named Eddie and it begins at the end, with Eddie dying in the sun. It might seem strange to start a story with an ending, but endings are also beginnings. We just don’t know it at the time…” -Mitch Albom-

The Five People You Meet in Heaven ini menceritakan tentang kehidupan Eddie, seorang veteran perang yang kini menghabiskan hidupnya sebagai maintenance di taman hiburan pinggir pantai “Ruby Pier”. Aktivitasnya sehari – hari, sebelum Ruby Pier dibuka adalah memastikan semua permainan dapat berjalan dengan baik. Eddie juga harus siap kapanpun ia dibutuhkan di taman hiburan itu. Orang – orang memanggilnya dengan sebutan “Eddie Maintenance”, karena nama itulah yang tertempel dibaju kerjanya, meskipun ia kurang suka dipanggil demikian.

Pada hari ulang tahunnya yang ke 83, Eddie mendapat musibah ketika salah satu permainan “Freddy’s Free Fall” mendadak rusak. Ia berusaha menyelamatkan seorang gadis kecil ketika salah satu kereta gantung itu akan jatuh menimpanya. Eddie tewas dalam kecelakaan tragis tersebut, namun yang menjadi pertanyaannya apakah gadis kecil tersebut berhasil ia selamatkan ataukah tidak.

Lalu mulailah perjalanan Eddie menuju “Heaven”. Bermula ketika ia merasa tubuhnya terasa ringan terangkat keatas dan tidak merasakan sakit sama sekali. Tanpa diduga Eddie telah berada disuatu karnaval penuh dengan orang – orang aneh yang dipertontonkan. Orang pertama yang dia temui adalah “The Blue Man”. Orang aneh ini menjadi salah satu pajangan dalam karnaval itu karena kulitnya yang biru. Kepada Eddie, The Blue Man mengajarkan that all people are connected, that we all of our stories are linked. Ia juga mengatakan pada Eddie bahwa ialah orang pertama dan masih ada 4 orang lainnya yang akan ia temui setelah ini.

Berlanjutlah perjalanan Eddie meninggalkan karnaval itu. Tiba – tiba ia kini berada disuasana perang yang mencekam. Ah..rupanya kini ia kembali kemasa mudanya, ketika ia ditugaskan di Filipina. Disana ia bersama sang kapten. Ada luka tembak di kaki Eddie, yang mengakibatkan ia pincang dan karena itu juga lah ia harus berhenti sebagai seorang tentara. Saat itulah Eddie menemukan jawaban yang tidak pernah diketahuinya dulu, bahwa sang kapten yang menembak kakinya untuk menyelamatkan nyawanya. Namun sang kapten telah mengajarkan tentang pengorbanan, where when we sacrifice something we gain something too. Sometimes when you sacrifice something precious, you’re not really losing it. You’re just passing it on to someone else. Sang kapten rela mengorbankan dirinya pada ranjau darat, agar Eddie dan 2 rekannya bisa selamat. Perjalanan Eddie semasa perang berakhir sewaktu Eddie membakar markas musuh, sekilas ia mendengar ada suara anak kecil minta tolong tapi hal itu tidak dihiraukannya.

Setelah kenangan masa perang itu menghilang, sang kapten pun menghilang dan segala hal disekitarnya ikut berubah. Kini Eddie berada di sebuah gunung bersalju, ia menjadi lebih tua, gemuk dan merasakan sakit di lututnya. Ia melihat ayahnya sedang duduk di dalam restoran. Diceritakan bahwa hubungan Eddie dengan ayahnya tidak pernah baik. Eddie memanggil – manggil ayahnya, tapi sang ayah tidak pernah menengok. Namun orang ketiga yang Eddie temui itu bukanlah ayahnya, melainkan seorang wanita bernama Ruby Pier. Nama itu… tak lain adalah nama taman hiburan tempat Eddie bekerja dan tempat Eddie tewas dalam tragedi Freedy’s Free Fall tersebut. Belum pernah Eddie bertemu dengan wanita ini. Cerita kembali kemasa saat Eddie berulang tahun ke 24 dimana ia, ibu dan saudaranya mengunjungi ayahnya di rumah sakit V.A Hospital. Ayahnya dulu juga bekerja di Ruby Pier, setelah kematian sang ayah Eddie lah yang menggantikan pekerjaannya. Dari wanita inilah Eddie memahami perilaku ayahnya yang bagi Eddi meninggalkan 3 kesan buruk : neglect, violence and silence. Wanita ini membantu Eddie untuk dapat memaafkan ayahnya, ia ada disana sewaktu ayah Eddie meninggal dalam kesendirian di bangsalnya. Orang ketiga yang ditemui Eddie dalam perjalanan ini mengajarkan Forgiveness, that Eddie must forgive his father and doesn’t feel more rage and resentment towards him.

Selanjutnya Eddie bertemu dengan istrinya Marguerite yang telah lama meninggal. Kali ini ia melihat wajah istrinya sewaktu masih muda. Eddie juga terbawa kembali kenangan saat mereka menikah dan istrinya memilih tempat pernikahan di surga. Marguerite-lah orang keempat yang ditemuinya, istrinya mengajarkan bahwa cinta tidak pernah ada akhirnya. Love does not have an end. When people die, love takes a different form, that’s all.

Setelah bertemu keempat orang tadi, ia yakin masih ada 1 orang lagi yang akan ditemuinya sebelum ia benar – benar mencapai surga. Kembali pembaca diingatkan dengan keadaan Eddie yang veteran perang, dengan kaki pincang karena ditembak, belum lagi ia merasa hidupnya disia-siakan di Ruby Pier dengan rasa sakit di lututnya. Tapi dalam perjalanan menuju surga ini, Eddie tidak lagi merasakan sakit itu. Sambil pertanyaan besar terus menerus ada dalam pikirannya, Apakah gadis kecil itu berhasil ia selamatkan dari tragedi Freedy’s Free Fall tersebut.

Akhirnya Eddie sampai di perhentian terakhirnya. Kini Eddie berada di pinggir sungai, melihat anak kecil bermain, disana ia bertemu dengan gadis kecil Asia bernama Tala. Sepintas kalau kita mengingat diawal cerita, kita pasti berpikir Tala adalah gadis kecil yang ingin Eddie selamatkan dari tragedi tersebut, Tala adalah gadis kecil yang tangannya ia pegang. Tapi ternyata bukan. Gadis kecil ini kulitnya sangat buruk, banyak luka bakar. Kepada Eddie, Tala memintanya digosokkan punggungnya. Sambil ragu – ragu Eddie menggosok punggung Tala. Sambil bercerita kepada Eddie, bahwa luka bakar ini adalah karena Eddie membakar markas musuh sewaktu perang di Filipina dulu. Suara teriakan yang tak dihiraukan oleh Eddie, yang membawanya pada mimpi buruk selama ini adalah suaranya. Mendengar hal itu, Eddie gemetar. Namun Tala tidak menyimpan dendam apapun kepada Eddie. Sebaliknya Tala memberitahu Eddie bahwa hidupnya selama ini tidak pernah sia – sia. Pekerjaannya di Ruby Pier sebagai maintenance yang membuatnya dipanggil dengan “Eddie Maintenance”, telah menyelamatkan banyak pengunjung, karena kalau bukan karena maintenance darinya akan banyak kecelakaan yang terjadi di taman hiburan itu. Tala mengajarkan kepada Eddie that everyone has a purpose to life that not only affects their own lives but unknowingly touches the lives of others. Ia baru sadar kini, selalu ada alasan dibalik semua kejadian.

Dari Tala, Eddie juga mengetahui bahwa ia berhasil menyelamatkan gadis kecil dari tragedi Freedy’s Free Fall di taman hiburan Ruby Pier. Maka lengkaplah sudah 5 orang yang Eddie temui dalam perjalanan menuju surga. Tala, gadis kecil yang ia bunuh karena kelalaiannya dan ketidaktahuannya itulah yang akhirnya membawa Eddie ke surga, tempatnya kini.

“This is what heaven for: for understanding your life on earth”

*My Opinion*

Fantastic Book!! One of my definite favorites. It really makes you realize how important everything you do in life is🙄 . Alur cerita buku ini maju – mundur, dari satu kejadian dimasa sekarang, dihubungkan dengan kejadian dimasa lalu saat – saat Eddie merayakan ulang tahunnya. Bukunya tidak terlalu tebal, malah terbilang tipis untuk ukuran novel, tapi sangat ringkas dan padat isinya. Awalnya saya sudah lama membaca versi Indonesianya yang diterbitkan Gramedia dan baru kemarin membaca lagi versi aslinya dalam bahasa Inggris. Keduanya sama bagusnya, tapi dari versi yang asli rasanya lebih banyak ungkapan yang tidak bisa diungkapkan dalam bahasa Indonesia :mrgreen: intinya lebih meaning deh. Buku Mitch Albom lainnya ada For One More Days dan Tuesday with Morrie. Tema – tema yang diangkat penulis sangat tidak biasa, dan semuanya selalu berhubungan dengan kehidupan, keluarga dan kematian. BRAVO!!!

7 Tanggapan

  1. hheeemm………………………..bikin 9w mikir, inget ke belakang-belakang pa aja yang udah 9w kerjain di masa lalu, bagus…………jadi sedih juga, referensi buku yang bagus banget…………….

  2. wah..nice review..😀

    jadi kepingin beli..😕

  3. @ Em_ge : iyah gw juga jadi mikir… siapa yaa 5 orang yang bakal kita temui nanti?

    @ cK : hum hum… beli donk cK biar lebih puas kalo baca sendiri, banyak kejadian2 yang digambarkan penulis dengan ringkas tapi meaning bgt deh.. :mrgreen:

  4. Hei🙂 Aku link blog dirimu yah..

    Btw, nice wordpress here, keep going🙂

  5. Bagus nih, saya suka buku-buku kayak gini.

    BTW, untuk sebuah resensi, ini kayaknya terlalu membeberkan isi ceritanya.:mrgreen:

    But, nice post… ;D

  6. hi there..
    this book is also my fave book, together with Tuesdays with morrie..

    sometimeswe are uncertain about the life that we’re living in, but life goes on its path, and it has its own purpose..
    owh..one more..when the time comes for life ends..at least, love will stay..life has to end but love doesn’t

    nice book, great values

  7. yupp. this is one of my fave books.. a very nice reading to realize the meaning of our lives. a very good story to hold on to. nice that you’ve read this!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: