Music Score in my basket

Yaaayyy sekarang kapasitas di WordPress sudah bertambah dari semula 50 MB menjadi 3 GB !! Hooo lumayan niy bisa upload sesuka hati…

Ditulisan saya sebelumnya terpaksa hanya bisa memberikan link kemana bisa mencari music score atau partitur lainnya, khawatir kapasitas maksimal untuk pengguna WordPress.com habis.

Now.. i just wanna share music scores i have especially music scores for piano.

“Click on the link below for direct download Baca lebih lanjut

Iklan

Musicademia After the Concert

Selesai konser…bukan berarti langsung pulang…saatnya berburu foto 😛

Kita Menggila.. Q, Uti, Femi, Mia, Christin. Menerobos ruang artis dan melihat Addie MS dari dekat..walaupun akhirnya kita diusir karena tidak memakai ID. Belum sempat berfoto bersama “The Maestro” Conductor TO Addie MS. Karena penuh dan berdesakan foto yang berhasil kami dapatkan jadi blur.

Addie MS conductor Twilite Orchestra Conductor Twilite Orchestra Addie MS
Tapi Qta gak nyerah gitu aja… Q bertanya2 dengan orang2 disitu.. dimana
Eric Awuy??? Teman2 PSM Cuma bilang..ooh yang Bule itu yaa..ada di ruang tunggu belakang. Hooo pingin ketemu!!!
Diluar Qta tetep nungguin walaupun hari sudah larut malam…sampai kita mengejar – ngejar panitianya buat nanyain
Eric Awuy di Bis mana?? Kalo Concert Master nya dimana?? Pingin foto bareng donk…
Qta hampir hopeless nungguinnya… tiba – tiba ada orang yang bertanya ke kita cari siapa? Dan langsung aja kita bilang kalo kita nyari
Eric Awuy dan Herry Sunarta Concert Master..n pastinya Addie MS. Dan orang itu Cuma bilang, “oh belum keluar, tungguin aja ini mobil nya Mas Addie” sambil menunjuk mobil Volvo dibelakangnya.
Q tanya sama orang itu “Emang Mas ini siapa?” dia jawab.. “ah enggak saya Cuma Managernya” Hoooo…
Dengan cuek bebek kita langsung kenalan dengan mas – mas itu.. “Mas kenalan dulu..namanya siapa mas?” dia wajab “Saya Prima”. Awalnya kita nggak percaya gitu aja dengan Mas Prima ini kalo dia manager TO…jangan – jangan dia Cuma mau ngerjain kita aja..(he he he ) STOP dilarang berprasangka buruk!!
Trus…
Baca lebih lanjut

Bravo Musicademia 2007 (the Concert)

Whoooaaa udah ngaak sabar niy nunggu nanti malam konser Twilite Orchestra. Yuupz setelah lama Q tunggu – tunggu akhirnya nanti malam Q bisa menyaksikan langsung Twilite Orchestra dalam rangkaian tur Musicademia 2007 “Harmony in Diversity”. Senin, 19 November 2007 Musicademia ini memang bertujuan untuk memasyarakatkan musik simfonik kepada masyarakat luas, itulah mengapa Musicademia tahun ini diadakan di 3 kota : Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan mengambil tempat di Universitas Negeri dikota – kota tersebut.
= FlashBack =
Tiga minggu sebelum acara Q selalu cari informasi kesana kemari tentang konser Twilite Orchestra yang sama sekali belum ada beritanya di kampus Q..UNPAD.. hu hu hu…jangan sampai kehabisan tiket, kalau untuk yang satu ini, gak rela!! Makanya Q juga rajin cari informasi di websitenya Twilite Orchestra sampai bolak – balik ke bagian Humas UNPAD. Tapi masih belum ada kabar apa – apa tentang konser ini dan yang paling penting dimana Q bisa dapetin TIKET.

Satu minggu sebelum acara…. Akhirnya… bagian Humas UNPAD bilang, tiketnya sudah ada, dan harganya “cuma Rp. 10.000,-” kyaaaa.. worth it banget buat mahasiswa dan kapan lagi bisa nonton Twilite Orchestra hanya dengan 10ribu???. Tiket yang udah ada kusimpan baik – baik jangan sampai hilang, untuk ditukarkan pada hari konser nanti.

Dan…tibalah hari konser Musicademia 2007 di kampus UNPAD… masih belum bisa membayangkan akan seperti apa Aula Graha Sanusi nanti akan disulap menjadi tempat konser…karena, yaah tahulah bagaimana aula kami 😀 . Siangnya kami menukarkan tiket, sambil melihat anggota – anggota TO mulai berdatangan. Jadi penasaran niy pingin ketemu sama Eric Awuy yang udah lama banget Q cari fotonya di internet gak pernah ketemu. Ah sudahlah tunggu nanti malam saja. Petugas tiket bilang jam 7 gerbang dibuka. Artinya Q harus datang sebelum jam 7, Q pingin dapat kursi yang paling depan. Baca lebih lanjut

Classical Sheet Music, get it Free and Good Quality!

Buat yang suka “Classical Music” Q punya info niyy buat kalian smua…

Sering kali guru les Qta menyarankan agar Qta membeli buku panduan yang isinya lagu – lagu klasik, yang biasanya dari Schimmers Library. Itu looh yang cover bukunya kuning gading yang diimpor langsung dari luar. Dan walaupun tipis, tapi OhMyGod harganya selangit, tergantung tingkat kesulitan lagunya. Biasanya juga setiap buku itu kumpulan lagu-lagu dari tiap Composer yang berbeda. Misalnya satu buku khusus -hanya- karyanya Chopin, Schubert, Schumman (not Schummy), Bach, Mozart, Beethoven, Haydn, Handel, Czerny, Tchaikovsky, Burgmuller, Bizet, Brahms, Dvorak, Elgar, Litz, Mandelssohn-Bartholdy, Pachelbel, Paganini, Vivaldi & masih banyak lagi

Naaah masalahnya kan, (kalo Q siiy) dari setiap buku jarang semua lagu disitu di explore paling nggak dimainkan ampai lancar. Guru Q siiy paling suka mainin 3/4 isi bukunya, sisanya entah dibuka pun tidak. hu hu hu. Jadi belum habis satu buku udah disuruh beli buku lainnya. Kan mahaaal.

Hhhmm Udah tau donk kalo sekarang banyak FREE SHEET MUSIC di InTerNet??? pasti kalo kamu Classical Music Lovers udah sering browsing n dapet sheet music yang OK tampilannya. Yaaaahh maklum deeh kalo mau gratisan biasanya suka kurang bagus tampilannya. Kalo mau yang OK sheet music nya biasanya qta harus bayar untuk bisa nge-download. Pembayaran pastinya dengan credit card, naah buat yang mau praktekin E-Commerce cobain aja… Tapi kalo kata dosen E-Comm FH-Unpad pak Danrivanto, harus liat2 keamanannya, ntar salah2 malah dijebol sama hacker. Baca lebih lanjut

Musik klasik bukan berarti kuno

Hari ni Q sama temen2 ngebahas jenis – jenis musik, yang memang rata – rata suka aliran pop, jazz malah di kampus nanti ada Rhapsody Jazz mengarayain Dies Natalis Unpad ke 50 acara yang spesial pastinya.

Q sendiri lebih milih n sukaaa banget ama lagu – lagu klasik, coz musik klasik itu bisa kita dengar kapan aja n sepanjang masa deh, buktinya lagu – lagu karya Mozart yang diciptain dari tahun 1700an masih abadi sampai sekarang. Musik klasik bukan berarti musik kuno. Kalo kata dosen Q yang waktu itu lagi membicarakan genre musik, kata beliau gini :

Musik klasik itu bagaikan militer, yang patuh pada aturan dan perintah dari konduktor, terpaku pada partitur.

Musik Jazz, tetap berpegang pada aturan dan partitur sebenarnya, tapi lebih banyak improvisasi dan ada semacam pemberontakan dalam bermusik itu sendiri.

Musik Pop, prinsipnya easy listening, semua suka, semua happy tapi cepat dilupakan oleh pendengarnya.

Musik Rock dan sejenisnya termasuk emmo / imo atau apalah namanya, itu benar – benar pemberontakan, yang hanya mengikuti kata hatinya.

Karya – karya komposer klasik yang Q suka sebenernya banyak, ya tergantung dari situasi hati lah. Buat Q setiap komposer punya pencitraan sendiri sama lagu yang diciptakannya, setiap lagu klasik punya cerita masing – masing yang tiap orang bebas mengartikannya sendiri. Baca lebih lanjut