Panen Rambutan Binjai

Liburan Natal dan Tahun Baru kemarin ini lumayan panjang,.. kalau di kampus Q libur udah mulai dari tanggal 20 Desember 2007 bertepatan dengan Idul Adha. Dan baru masuk lagi tanggal 14 Januari 2008. Tapi habis liburan panjang itu… OW OW…langsung UAS.. Waah bener – bener nggak bisa nikmatin liburan niy!! Yaaa mau gimana lagi, selagi masih ada waktu buat pulang ke rumah Q di Bogor. Sekalian bisa kumpul sama Mas Adi (kk Q) dan Audia Ndut (Adik Q) plus Iyem (si bibi), coz Papa & Mama lagi di Negeri Onta sana.

Untungnya Pohon Rambutan di halaman depan rumah Q lagi berbuah Buaaanyaaak banget merah – merah lagi dan ngelotok banget. Rambutannya termasuk jenis Rambutan Binjai, yang ternyata Q baru tahu Rambutan Binjai itu terkenal loh… bahkan katanya di Arab rambutan ini termasuk buah – buahan “ELITE” melebihi anggur. HUuumm koq bisa yaa?? 😀 Pohon Rambutan Binjai di rumah Q ini nggak terlalu besar, bahkan batang pohonnya sepertinya masih terlalu kecil untuk bisa dipanjat, tapi buahnya Yuhuuuu banyak bangeeet. Kalo mau ngambil tinggal bawa kursi keluar, trus Q bisa langsung petik deh…Biasanya paling banyak pas bulan Desember – Februari atau sekitar musim hujan. Naah berhubung Bogor itu nggak kenal musim kemarau atau musim hujan karena setiap hari pasti hujan, jadi pohon rambutannya bisa panen 2x dalam setahun. Lumayan kemarin dapat 1 karung beras ukuran 25 kg

Ini sedikit foto – fotonya

Rambutan Binjai Pohon Rambutan Binjai di rumah Q

Pohon Rambutan Binjai dsc00111.jpg Yuhuuu buahnya merah ranum Baca lebih lanjut

Bravo Musicademia 2007 (the Concert)

Whoooaaa udah ngaak sabar niy nunggu nanti malam konser Twilite Orchestra. Yuupz setelah lama Q tunggu – tunggu akhirnya nanti malam Q bisa menyaksikan langsung Twilite Orchestra dalam rangkaian tur Musicademia 2007 “Harmony in Diversity”. Senin, 19 November 2007 Musicademia ini memang bertujuan untuk memasyarakatkan musik simfonik kepada masyarakat luas, itulah mengapa Musicademia tahun ini diadakan di 3 kota : Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan mengambil tempat di Universitas Negeri dikota – kota tersebut.
= FlashBack =
Tiga minggu sebelum acara Q selalu cari informasi kesana kemari tentang konser Twilite Orchestra yang sama sekali belum ada beritanya di kampus Q..UNPAD.. hu hu hu…jangan sampai kehabisan tiket, kalau untuk yang satu ini, gak rela!! Makanya Q juga rajin cari informasi di websitenya Twilite Orchestra sampai bolak – balik ke bagian Humas UNPAD. Tapi masih belum ada kabar apa – apa tentang konser ini dan yang paling penting dimana Q bisa dapetin TIKET.

Satu minggu sebelum acara…. Akhirnya… bagian Humas UNPAD bilang, tiketnya sudah ada, dan harganya “cuma Rp. 10.000,-” kyaaaa.. worth it banget buat mahasiswa dan kapan lagi bisa nonton Twilite Orchestra hanya dengan 10ribu???. Tiket yang udah ada kusimpan baik – baik jangan sampai hilang, untuk ditukarkan pada hari konser nanti.

Dan…tibalah hari konser Musicademia 2007 di kampus UNPAD… masih belum bisa membayangkan akan seperti apa Aula Graha Sanusi nanti akan disulap menjadi tempat konser…karena, yaah tahulah bagaimana aula kami 😀 . Siangnya kami menukarkan tiket, sambil melihat anggota – anggota TO mulai berdatangan. Jadi penasaran niy pingin ketemu sama Eric Awuy yang udah lama banget Q cari fotonya di internet gak pernah ketemu. Ah sudahlah tunggu nanti malam saja. Petugas tiket bilang jam 7 gerbang dibuka. Artinya Q harus datang sebelum jam 7, Q pingin dapat kursi yang paling depan. Baca lebih lanjut

Taman Hutan Raya Dago…

Sudah 2 tahun di Bandung…tapi masih gitu-gitu aja kegiatannya. Monoton. Kuliah, sibuk ikut macem – macem kepanitiaan dan akhirnya Off juga, Les Les Les yang harus dilatih juga dirumah n ngerjain tugas Les (kyaaa). Ikut UKM olahraga Unit Tenis & Unit Renang, biar bisa murah pake lapangan n Renang gratis tiap minggu. Dua tahun ini sejak pindah ke Bandung, setiap hari cuma berkutat di dalam kota. Mau jalan – jalan tempatnya juga itu – itu saja antara Ciwalk, Paris Van Java, Istana Plasa, BSM, oh iya tempat penting mahasiswa Bandung : “Palasari”.

Bosen??? iya lah lumayan bosen… makanya Minggu pagi beberapa waktu yang lalu (sudah lumayan lamaaa juga siy) Q iseng – iseng cari tempat pariwisata yang lain di Bandung. Maklum pendatang ga tahu apa – apa. Dari hasil browsing ternyata di bandung itu ada juga wisata alam yang lumayan dekat dan bisa dicapai dengan angkutan umum dan kebetulan di situs itu juga dijelaskan angkutan umumnya.

Yap pilihan Q jatuh kepada :

TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA (DAGO)

Tanpa bawa bekel dan perlengkapan apapun, Berangkat… q cuma bawa digiCam, dompet, tissue, HP. Pake jaket, celana training, sepatu keds (yang biasa Q pake kuliah). Pagi ini lumayan dingin jadi Q cuma cuci muka aja heee… OKay berangkat!!! Baca lebih lanjut

Classical Sheet Music, get it Free and Good Quality!

Buat yang suka “Classical Music” Q punya info niyy buat kalian smua…

Sering kali guru les Qta menyarankan agar Qta membeli buku panduan yang isinya lagu – lagu klasik, yang biasanya dari Schimmers Library. Itu looh yang cover bukunya kuning gading yang diimpor langsung dari luar. Dan walaupun tipis, tapi OhMyGod harganya selangit, tergantung tingkat kesulitan lagunya. Biasanya juga setiap buku itu kumpulan lagu-lagu dari tiap Composer yang berbeda. Misalnya satu buku khusus -hanya- karyanya Chopin, Schubert, Schumman (not Schummy), Bach, Mozart, Beethoven, Haydn, Handel, Czerny, Tchaikovsky, Burgmuller, Bizet, Brahms, Dvorak, Elgar, Litz, Mandelssohn-Bartholdy, Pachelbel, Paganini, Vivaldi & masih banyak lagi

Naaah masalahnya kan, (kalo Q siiy) dari setiap buku jarang semua lagu disitu di explore paling nggak dimainkan ampai lancar. Guru Q siiy paling suka mainin 3/4 isi bukunya, sisanya entah dibuka pun tidak. hu hu hu. Jadi belum habis satu buku udah disuruh beli buku lainnya. Kan mahaaal.

Hhhmm Udah tau donk kalo sekarang banyak FREE SHEET MUSIC di InTerNet??? pasti kalo kamu Classical Music Lovers udah sering browsing n dapet sheet music yang OK tampilannya. Yaaaahh maklum deeh kalo mau gratisan biasanya suka kurang bagus tampilannya. Kalo mau yang OK sheet music nya biasanya qta harus bayar untuk bisa nge-download. Pembayaran pastinya dengan credit card, naah buat yang mau praktekin E-Commerce cobain aja… Tapi kalo kata dosen E-Comm FH-Unpad pak Danrivanto, harus liat2 keamanannya, ntar salah2 malah dijebol sama hacker. Baca lebih lanjut

Tatakau Monotachi or Those Who Fight (Song from FF VII)

Tatakau Monotachi, Kevin Aprillio (Suteki Suteki..Sugooooiii)

Tatakau Monotachi = Those who fight from Final Fantasy VII… I Love it
Like Father, like Son.. He is so talented n really skilled and has a HUGE memory. I totally envy your playing.

And he had no piano sheet too… …If you play at such speeds, you wouldn’t ever be able to read the notes while playing at such a rate anyway. When you play really fast your vision doesn’t really matter that much, it’s all about your fingers.
I’m trying to learn another Final Fantasy song myself -eyes on me- ,. not that one, coz i’ll be frustrated. Tatakau Monotachi is One of my favorite Final Fantasy songs. But one of the hardest. I wish i can play it on my piano. This will take me 3 years!! hohoho
Hhhhhmmm i Also play piano since i was 6 years old, but i think i haven’t talent in playing piano, n maybe that’s why i’m still in Yamaha Basic Step (oh My God, almost 14 years) God Help Me…

i still wanna play piano, i love my old- Bechstein Berlin-Piano that i can’t bring to my boarding house in Bandung..
I am so jealous of the way his hands stay so flat…and horizontal…not sure how to describe it…my fingers tend to fly all over the place..

Sadly I have no instrumental talent whatsoever.

Nada Sou Sou / Tears Flow Endlessly / “Tears for You”

Pemain : Satoshi Tsumabuki & Masami Nagasawa

Soundtrack : Nada Sou Sou by Natsukawa Rimi

Yang mau lagunya Nada Sou Sou dari Natsukawa Rimi ini bisa contact saya by YM!! Serius niy bakal saya kirimkan

(J-Dorama)

Dorama ini memang lumayan membuat penonton menangis. Ceritanya tentang kakak beradik saudara tiri yang tidak punya hubungan darah sama sekali, hanya karena pernikahan ibu dari Yotaro dan ayah dari Kaoru yang seorang pemain jazz. Tak lama setelah itu, sang ayah meninggalkan keluarganya juga meninggalkan Kaoru yang masih kecil, sang ibu pun sakit dan akhirnya meninggal. Setelah ditinggal ayah dan ibu nya, mereka tinggal bersama neneknya disebuah pulau kecil daerah Okinawa. Yotaro menjalankan amanat ibunya untuk menjaga Kaoru.

Stelah dewasa, Yotaro pergi ke kota untuk bekerja dan ia pun sudah lama tidak bertemu dengan Kaoru. Sampai ketika Kaoru akan masuk SMA dan tinggal bersama kakaknya disebuah rumah kecil. Yotaro rela mengerjakan semua pekerjaan demi membiayai sekolah adik tirinya itu. Pagi hari ia mengantar sayuran ke beberapa restoran, siang hari menjadi kuli angkut, dan malamnya menjadi tukang masak di sebuah restoran. Impian Yotaro untuk mempunyai sebuah restoran kandas ketika sebuah tempat yang sudah dibeli dan diperbaikinya ternyata bangunan ilegal dan harus dihancurkan, begitu pula Yotaro harus membayar hutang – hutang. Baca lebih lanjut