Musik klasik bukan berarti kuno

Hari ni Q sama temen2 ngebahas jenis – jenis musik, yang memang rata – rata suka aliran pop, jazz malah di kampus nanti ada Rhapsody Jazz mengarayain Dies Natalis Unpad ke 50 acara yang spesial pastinya.

Q sendiri lebih milih n sukaaa banget ama lagu – lagu klasik, coz musik klasik itu bisa kita dengar kapan aja n sepanjang masa deh, buktinya lagu – lagu karya Mozart yang diciptain dari tahun 1700an masih abadi sampai sekarang. Musik klasik bukan berarti musik kuno. Kalo kata dosen Q yang waktu itu lagi membicarakan genre musik, kata beliau gini :

Musik klasik itu bagaikan militer, yang patuh pada aturan dan perintah dari konduktor, terpaku pada partitur.

Musik Jazz, tetap berpegang pada aturan dan partitur sebenarnya, tapi lebih banyak improvisasi dan ada semacam pemberontakan dalam bermusik itu sendiri.

Musik Pop, prinsipnya easy listening, semua suka, semua happy tapi cepat dilupakan oleh pendengarnya.

Musik Rock dan sejenisnya termasuk emmo / imo atau apalah namanya, itu benar – benar pemberontakan, yang hanya mengikuti kata hatinya.

Karya – karya komposer klasik yang Q suka sebenernya banyak, ya tergantung dari situasi hati lah. Buat Q setiap komposer punya pencitraan sendiri sama lagu yang diciptakannya, setiap lagu klasik punya cerita masing – masing yang tiap orang bebas mengartikannya sendiri. Baca lebih lanjut